<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>mURa9iRl's Weblog &#187; Ke5eH4taN</title>
	<atom:link href="http://marselina.wordpress.com/category/ke5eh4tan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://marselina.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Nov 2007 05:54:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='marselina.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/fe8897d1f4a0b2936b2d7be2aa689447?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>mURa9iRl's Weblog &#187; Ke5eH4taN</title>
		<link>http://marselina.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Tinggal Dekat Jalan Raya Bikin Jantungan</title>
		<link>http://marselina.wordpress.com/2007/11/19/tinggal-dekat-jalan-raya-bikin-jantungan/</link>
		<comments>http://marselina.wordpress.com/2007/11/19/tinggal-dekat-jalan-raya-bikin-jantungan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 13:48:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rosymarselina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ke5eH4taN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marselina.wordpress.com/2007/11/19/tinggal-dekat-jalan-raya-bikin-jantungan/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
Selama ini punya rumah di dekat jalan raya dianggap sangat menguntungkan karena posisinya yang strategis. Untuk membuka usaha juga sangat tepat atau jika ingin berpergian kemana-mana aksesnya menjadi lebih mudah dan dekat karena berada di dekat dengan jalan raya yang urusan transportasinya begitu mudah. Tetapi ternyata di balik semua itu, bertempat tinggal di dekat jalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marselina.wordpress.com&blog=2153858&post=50&subd=marselina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="font-size:16px;font-weight:bold;">&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.kapanlagi.com/p/lalu_lintas_padat.jpg"><img src="http://www.kapanlagi.com/p/lalu_lintas_padat.jpg" style="border:1px none;float:left;padding-right:10px;width:200px;vertical-align:middle;" alt="Lihat Gambar" /></a>Selama ini punya rumah di dekat jalan raya dianggap sangat menguntungkan karena posisinya yang strategis. Untuk membuka usaha juga sangat tepat atau jika ingin berpergian kemana-mana aksesnya menjadi lebih mudah dan dekat karena berada di dekat dengan jalan raya yang urusan transportasinya begitu mudah.<span id="more-50"></span> Tetapi ternyata di balik semua itu, bertempat tinggal di dekat jalan raya yang lalu lintasnya padat mungkin tidak baik bagi jantung Anda.</p>
<p>Kondisi terbuka jangka panjang terhadap polusi udara yang berasal dari jalan raya bebas hambatan atau jalan dengan lalu lintas, yang berada tak jauh dari tempat tinggal Anda dapat meningkatkan resiko pengerasan pembuluh darah. Hal ini dapat mengakibatkan serangan jantung dan stroke, kata beberapa peneliti dari Jerman.</p>
<p>&#8220;Temuan paling penting dalam studi kami ialah tinggal di dekat lalu lintas padat, sumber utama polusi udara perkotaan, berhubungan dengan <em>artherosclerosis koroner</em> yang merupakan  pembuluh darah yang memberi pasokan ke jantung,&#8221; kata <strong>Dr. Barbara Hoffmann</strong>, yang memimpin studi tersebut.</p>
<p>&#8220;Ini adalah studi pertama yang benar-benar memperlihatkan hubungan antara kondisi terbuka jangka panjang terhadap lalu lintas dengan <em>artherosclerosis koroner</em>,&#8221; kata <strong>Hoffmann</strong>, dari <strong>University of Duisburg-Essen</strong> di Jerman.</p>
<p>Studi tersebut disiarkan dalam jurnal <em>American Heart Association, Circulation</em>.</p>
<p>Berbagai studi sebelumnya telah mengaitkan peningkatan polusi udara dengan peningkatan resiko gangguan jantung, tapi inilah yang pertama memperlihatkan bahwa tinggal di dekat daerah dengan lalu lintas padat berhubungan dengan <em>artherosclerosis koroner</em>.</p>
<p>Studi itu meneliti 4.494 orang dewasa, yang berusia 45 sampai 74 tahun, di tiga kota besar di daerah industri Ruhr, Jerman. Para dokter mengkaji peserta, terutama untuk mencari kemungkinan pengerasan pembuluh darah koroner, yang terjadi ketika terjadi lemak yang mengendap di dinding pembuluh darah jadi keras.</p>
<p>Para peneliti mendapati bahwa dibandingkan dengan orang yang tinggal lebih dari 200 meter dari lalu lintas utama, peluang pengerasan pembuluh darah koroner mereka 63% lebih besar dibandingkan mereka yang tinggal dalam jarak 50 meter dari lalu lintas.</p>
<p>Bagi orang yang tinggal dalam jarak 51 meter sampai 100 meter, kemungkinannya ialah 34% lebih tinggi. Kondisi itu 8% lebih tinggi bagi mereka yang tinggal dengan jarak 100 meter sampai 200 meter dari lalu lintas yang padat.</p>
<p>Persentase itu sudah memasukkan faktor usia, jenis kelamin, perokok dan tekanan darah tinggi.</p>
<p>&#8220;Politisi, pembuat peraturan dan dokter perlu menyadari bahwa tinggal di dekat lalu lintas padat mungkin menimbulkan peningkatan resiko yang berbahaya bagi jantung. Potensi resiko karena berdekatan dengan lalu lintas padat mesti dipertimbangkan, ketika mereka merencanakan jalan dan bangunan baru,&#8221; kata <strong>Hoffmann</strong>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/marselina.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/marselina.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marselina.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marselina.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marselina.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marselina.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marselina.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marselina.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marselina.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marselina.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marselina.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marselina.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marselina.wordpress.com&blog=2153858&post=50&subd=marselina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marselina.wordpress.com/2007/11/19/tinggal-dekat-jalan-raya-bikin-jantungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcf894855d6ebeae40e96fad985b61d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rosymarselina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kapanlagi.com/p/lalu_lintas_padat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lihat Gambar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puasa Aman Penderita Diabetes</title>
		<link>http://marselina.wordpress.com/2007/11/19/puasa-aman-penderita-diabetes-2/</link>
		<comments>http://marselina.wordpress.com/2007/11/19/puasa-aman-penderita-diabetes-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 11:26:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rosymarselina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ke5eH4taN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marselina.wordpress.com/2007/11/19/puasa-aman-penderita-diabetes-2/</guid>
		<description><![CDATA[Diabetasi, sebutan bagi penyandang Diabetes Mellitus (DM) atau kencing manis, masih diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa namun tentunya mesti dikonsultasikan ke dokter.
Hal itu, menurut dr. Reno Gustaviani R, SpPD dari Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, perlu dilakukan karena bila tidak disiasati dengan baik maka manfaat puasa bagi kesehatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marselina.wordpress.com&blog=2153858&post=35&subd=marselina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://www.kapanlagi.com/p/diabetes.jpg"><img src="http://www.kapanlagi.com/p/diabetes.jpg" style="border:1px none;float:left;padding-right:10px;width:200px;vertical-align:middle;" alt="Lihat Gambar" /></a><em>Diabetasi</em>, sebutan bagi penyandang <em>Diabetes Mellitus</em> (DM) atau kencing manis, masih diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa namun<span id="more-35"></span> tentunya mesti dikonsultasikan ke dokter.</p>
<p>Hal itu, menurut <strong>dr. Reno Gustaviani R, SpPD</strong> dari Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, perlu dilakukan karena bila tidak disiasati dengan baik maka manfaat puasa bagi kesehatan tidak akan dapat dirasakan oleh penderita kencing manis.</p>
<p>Bila tidak disiasati dengan baik, ia menjelaskan, perubahan metabolik akibat pembatasan makanan dan minuman saat berpuasa dapat berakibat buruk bagi penderita kencing manis. Saat berpuasa saluran pencernaan sama sekali tidak menerima asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 14 jam (di Indonesia) dan hal itu menyebabkan terjadinya beberapa perubahan fisiologis.</p>
<p>&#8220;Puasa menyebabkan penurunan kadar glukosa darah tapi tidak secara drastis. Glukosa darah dipertahankan sebanyak 60-126 mg/dl melalui mekanisme kerja <em>hormon insulin</em> dan <em>kontra regulator insulin</em>,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, puasa juga merupakan suatu stres bagi tubuh karena terjadi  peningkatan <em>hormon kontra insulin</em>. Hal inilah yang menyebabkan proses <em>glikogenesis</em> dan <em>glukoneogenesis</em> pada pasien DM menjadi tak terkendali dan cenderung lebih cepat sehingga menyebabkan <em>ketoasidosis</em> dan dehidrasi.</p>
<p>Pada kondisi yang demikian, kata dia, penderita diabetes tidak dianjurkan berpuasa dan bila ingin berpuasa lagipun harus disertai pengaturan pengonsumsian obat-obatan dan makanan.</p>
<p><em>Diabetasi</em>, menurut dia, diperbolehkan berpuasa bila memang memungkinkan berdasarkan sejumlah pertimbangan seperti penilaian kondisi fisik, penilaian kontrol metabolik, penyesuaian diet dan penyesuaian jenis obat.</p>
<p>Pasien DM yang diperbolehkan berpuasa, menurut dia, adalah pasien yang kadar gula darahnya terkendali yakni kurang dari 110 mg/dl sewaktu berpuasa dan kurang dari 160 mg/dl pada dua jam setelah berpuasa.</p>
<p>Menurut dia, pasien DM tipe-1 (diabetes karena kurangnya produksi insulin) yang stabil atau terkendali dengan perencanaan makan dan olah raga diperbolehkan berpuasa.</p>
<p>Puasa juga bisa dilakukan semua pasien DM tipe-2 (diabetes akibat kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulin) dengan berat badan lebih serta kontrol yang baik dan pengawasan glukosa darah secara ketat.</p>
<p>Ia menambahkan pula bahwa pasien DM yang mendapat suntikan insulin satu kali per hari dapat berpuasa sedangkan pasien yang mendapatkan suntikan insulin dua kali sehari atau lebih dianjurkan untuk tidak berpuasa.</p>
<p>Bagi <em>diabetasi</em> yang aman berpuasa, <strong>dr.Reno</strong> menyarankan agar memantau kadar glukosa darah dengan ketat dan belajar mengenali gejala <em>hipoglikemia</em> dan dehidrasi sejak dini.</p>
<p>&#8220;Jika glukosa darah kurang dari 63 mg/dl sebaiknya segera berbuka,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara bagi pasien DM tipe-1 yang tidak stabil serta pasien DM tipe-1 dan tipe-2 dengan kontrol buruk, katanya, dianjurkan untuk tidak puasa.</p>
<p>Puasa, katanya, juga dianjurkan tidak dilakukan oleh <em>diabetasi</em> yang tidak mengikuti diet, pemakaian obat dan pengaturan aktivitas. Juga tidak baik untuk penyandang DM dengan komplikasi serius, pasien DM dengan riwayat <em>ketoasidosis</em>, pasien DM yang sedang hamil, pasien DM yang sedang mengalami infeksi, pasien dengan usia tua dengan masalah kesadaran serta pasien yang mengalami dua kali atau lebih episode <em>hipoglikemia</em> selama Ramadhan.</p>
<p><strong>Pengaturan Makan dan Aktivitas</strong></p>
<p>Menurut dr.Reno, penyandang DM sebaiknya menerapkan diet yang aman saat berpuasa dan berhati-hati dalam memilih makanan serta minuman yang dikonsumsi.</p>
<p>Sahur disarankan dilakukan mendekati imsak dan makanan disajikan dengan lebih menarik agar jumlah makanan yang dikonsumsi cukup agar asupan kalorinya kurang lebih sama dengan kebutuhan kalori sehari-hari.</p>
<p>Ia juga menyarankan agar pasien DM mengonsumsi makanan yang segar dan bergizi secara bertahap yakni 50% saat berbuka puasa, 10% setelah shalat taraweh dan 40% ketika sahur.</p>
<p>&#8220;Konsumsi cairan disesuaikan dengan kebutuhan normal, sekitar delapan gelas per hari. Sebaiknya membatasi makanan manis dan makanan yang digoreng serta memilih untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks ketika makan sahur,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Pengaturan makanan selama Ramadhan itu, menurut dia, sebaiknya juga dilaksanakan pada Hari raya Idul Fitri dan sesudahnya.</p>
<p>Sementara berkenaan dengan pengaturan aktivitas, Reno menyarankan agar selama berpuasa pasien DM melakukan latihan ringan atau sedang yang tidak membahayakan, beristirahat pada siang hari dan melakukan kegiatan jasmani seperti pada hari-hari biasa.</p>
<p>&#8220;Shalat taraweh juga membantu metabolisme makanan karena paling tidak mengeluarkan 200 kalori,&#8221; katanya.</p>
<p>Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa waktu dan dosis pemberian Obat Hipoglikemik Oral (OHO) pada penyandang DM yang berpuasa juga perlu diatur untuk mengurangi resiko <em>hipo</em> atau <em>hiperglikemia</em>.</p>
<p>&#8220;Pasien DM terkendali dengan OHO dosis tunggal aman untuk berpuasa dan sebaiknya OHO diberikan saat berbuka. Bagi pasien DM terkendali dengan OHO dosis terbagi sebaiknya diberikan dengan dosis lebih besar ketika berbuka,&#8221; ujarnya serta menambahkan bahwa dalam hal ini tidak ada petunjuk baku tentang pengaturan pemberian insulin.</p>
<p>Dengan pengaturan makanan, aktivitas dan pemberian obat yang baik, <em>diabetasi</em> diharapkan bisa menjalankan ibadah puasa dengan aman dan tenang.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/marselina.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/marselina.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marselina.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marselina.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marselina.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marselina.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marselina.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marselina.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marselina.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marselina.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marselina.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marselina.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marselina.wordpress.com&blog=2153858&post=35&subd=marselina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marselina.wordpress.com/2007/11/19/puasa-aman-penderita-diabetes-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcf894855d6ebeae40e96fad985b61d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rosymarselina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kapanlagi.com/p/diabetes.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lihat Gambar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tombol Pengendali Rasa Lapar Telah Ditemukan</title>
		<link>http://marselina.wordpress.com/2007/11/19/tombol-pengendali-rasa-lapar-telah-ditemukan/</link>
		<comments>http://marselina.wordpress.com/2007/11/19/tombol-pengendali-rasa-lapar-telah-ditemukan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 11:24:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rosymarselina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ke5eH4taN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marselina.wordpress.com/2007/11/19/tombol-pengendali-rasa-lapar-telah-ditemukan/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
 Para ilmuwan Australia menemukan satu &#8220;tombol rasa lapar&#8221; yang dapat menimbulkan rasa lapar atau sebaliknya menghilangkan rasa lapar. Tombol itu berupa satu molekul yang menyampaikan sasaran kerjanya kepada otak.
Hal itu merupakan satu penemuan yang dapat menghentikan kondisi terus berkurangnya bobot tubuh pada pasien dengan sakitnya yang sudah parah dan memasuki tahap stadium akhir, atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marselina.wordpress.com&blog=2153858&post=34&subd=marselina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="font-size:16px;font-weight:bold;">&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.kapanlagi.com/p/makan_lahap.jpg"><img src="http://www.kapanlagi.com/p/makan_lahap.jpg" style="border:1px none;float:left;padding-right:10px;width:200px;vertical-align:middle;" alt="Lihat Gambar" /></a> Para ilmuwan Australia menemukan satu &#8220;tombol rasa lapar&#8221; yang dapat menimbulkan rasa lapar atau sebaliknya<span id="more-34"></span> menghilangkan rasa lapar. Tombol itu berupa satu molekul yang menyampaikan sasaran kerjanya kepada otak.</p>
<p>Hal itu merupakan satu penemuan yang dapat menghentikan kondisi terus berkurangnya bobot tubuh pada pasien dengan sakitnya yang sudah parah dan memasuki tahap stadium akhir, atau sebaliknya dapat menurunkan berat badan pada pasien obesitas atau kegemukan.</p>
<p>Molekul tersebut dikenal dengan nama <strong>MIC-1</strong> yang umumnya diproduksi oleh penyakit kanker dan molekul itu langsung ditujukan ke reseptor di otak sehingga dapat menghentikan rasa ingin makan atau rasa lapar.</p>
<p>Namun sebagai penangkalnya, para ilmuwan Australia juga telah menemukan bahwa dengan menggunakan antibodi yang bekerja melawan terhadap MIC-1, dapat mampu menghidupkan kembali rasa lapar.</p>
<p>Pada saat hewan percobaan tikus berbobot normal atau kegemukan diberi <strong>MIC-1</strong> maka hewan percobaan itu mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang jauh lebih sedikit dan mengalami penurunan bobot tubuhnya, sehingga menimbulkan pendapat bahwa <strong>MIC-1</strong> dapat digunakan untuk menangani pasien obesitas atau kegemukan, demikian dikatakan oleh para ilmuwan dari Sydney.</p>
<p>Selanjutnya para ilmuwan tersebut berharap dalam waktu dekat <strong>MIC-1</strong> akan dapat membantu penemuan cara untuk mencegah terjadinya penurunan bobot tubuh yang amat berlebihan pada pasien kanker .</p>
<p><strong>Sam Breit</strong> dari Pusat penelitian Immunology dari St Vincent telah membuat kloning gen <strong>MIC-1</strong> mengatakan ia yakin hasil penemuan tersebut membawa dampak yang besar bagi penderita kelainan yang berkaitan dengan rasa lapar .</p>
<p>&#8220;Menyuntikkan hewan tikus dengan protein <strong>MIC-1</strong> membuat hewan tersebut berhenti makan sehingga membuka harapan bahwa penemuan itu dapat berguna dalam menangani pasien yang kelebihan berat badan,&#8221; kata <strong>Breit</strong>.</p>
<p>Hasil penemuan <strong>MIC-1</strong> dipublikasikan dalam majalah kedokteran edisi terbaru <em>Nature Medicine</em> dan kelompok peneliti yang dipimpin oleh peneliti dari rumah sakit St Vincent di Sydney itu, berharap dapat mengembangkan satu jenis antibodi pada manusia dan menjalankan uji coba klinis itu dalam beberapa tahun mendatang.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/marselina.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/marselina.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marselina.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marselina.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marselina.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marselina.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marselina.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marselina.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marselina.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marselina.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marselina.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marselina.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marselina.wordpress.com&blog=2153858&post=34&subd=marselina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marselina.wordpress.com/2007/11/19/tombol-pengendali-rasa-lapar-telah-ditemukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcf894855d6ebeae40e96fad985b61d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rosymarselina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kapanlagi.com/p/makan_lahap.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lihat Gambar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibu Bertubuh Montok Saat Hamil, Jaminan Anak Cerdas?</title>
		<link>http://marselina.wordpress.com/2007/11/19/ibu-bertubuh-montok-saat-hamil-jaminan-anak-cerdas/</link>
		<comments>http://marselina.wordpress.com/2007/11/19/ibu-bertubuh-montok-saat-hamil-jaminan-anak-cerdas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 11:23:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rosymarselina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ke5eH4taN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marselina.wordpress.com/2007/11/19/ibu-bertubuh-montok-saat-hamil-jaminan-anak-cerdas/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
 Tak bisa dipungkiri tubuh kurus sudah jadi tren saat ini, tapi bagi wanita yang memiliki badan montok dengan pinggul padat berisi dan pinggang ramping tak perlu khawatir. Pasalnya wanita yang memiliki bentuk tubuh layaknya &#8216;jam pasir&#8217; ini cenderung memiliki anak yang cerdas.
Pernyataan ini terungkap setelah para peneliti dari Universities of Pittsburgh dan California, Amerika, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marselina.wordpress.com&blog=2153858&post=33&subd=marselina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="font-size:16px;font-weight:bold;">&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.kapanlagi.com/p/nigella_lawson_dailiymail.jpg"><img src="http://www.kapanlagi.com/p/nigella_lawson_dailiymail.jpg" style="border:1px none;float:left;padding-right:10px;vertical-align:middle;" alt="Lihat Gambar" /></a> Tak bisa dipungkiri tubuh kurus sudah jadi tren saat ini, tapi bagi wanita yang memiliki badan montok dengan pinggul padat berisi dan pinggang ramping tak<span id="more-33"></span> perlu khawatir. Pasalnya wanita yang memiliki bentuk tubuh layaknya &#8216;jam pasir&#8217; ini cenderung memiliki anak yang cerdas.</p>
<p>Pernyataan ini terungkap setelah para peneliti dari Universities of Pittsburgh dan California, Amerika, menganalisa 16 ribu wanita dan remaja putri yang berbadan montok, pinggul berisi, dan pinggang ramping ternyata mampu menyelesaikan tes psikologis dan cognitive lebih baik dibanding wanita yang berbadan kurus, begitu pun dengan anak-anak yang lahir dari wanita berpinggul padat.</p>
<p>Semakin besar perbedaan ukuran lekuk antara pinggang dan pinggul, hasilnya akan semakin baik, tulis para periset dalam jurnal Evolution and Human Behaviour, seperti dilansir dari BBC, Selasa (13/11/07).</p>
<p>Mereka menganggap kecerdasan yang didapat dari anak-anak yang terlahir dari wanita berpinggul penuh ini terkait dengan ditemukannya kandungan <em>fatty acids</em> (asam lemak) pada pinggul.</p>
<p>Di area ini, asam lemak mengandung omega-3, yang mampu memperbaiki kemampuan mental wanita pada saat hamil, dan juga perkembangan kecerdasan janin dalam kandungan.</p>
<p>Meski hasil analisa yang didapat mengejutkan, namun para ahli tak serta merta menganggap hasil studi mereka bisa diamini publik. Karena kecerdasan setiap anak juga ditentukan dengan kelas sosial, kondisi ekonomi, psikologis, dan tak menutup kemungkinan ibu juga memegang peran dominan.</p>
<p><strong>Martin Tovee</strong>, salah satu peneliti dari Newcastle University, menyambut baik hasil penelitian. Terlebih bagi para pria bisa menggunakan hasil penelitian ini untuk memulai &#8216;berburu&#8217; pasangan yang setidaknya mampu memberikan keturunan yang cerdas.</p>
<p>&#8220;Secara logisnya, pria akan tertarik dengan wanita berpinggul padat dan tubuh berisi. Wanita yang masuk dalam kategori ini tentu saja memiliki tingkat kesehatan yang lebih baik, dan berpeluang memiliki anak yang sehat dan cerdas. Dan pasti potensial untuk dijadikan pasangan hidup,&#8221; jelas Tovee yang mencontohkan sosok <strong>Nigella Lawson</strong>, salah satu wanita cerdas kelahiran London, yang berprofesi sebagai jurnalis, penulis buku masakan, presenter TV, yang memang dikenal bertubuh sensual dan berisi.</p>
<p>Nah, bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda memiliki tubuh montok? Atau masih bertahan dengan ukuran <em>zero size</em> Anda?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/marselina.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/marselina.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marselina.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marselina.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marselina.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marselina.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marselina.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marselina.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marselina.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marselina.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marselina.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marselina.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marselina.wordpress.com&blog=2153858&post=33&subd=marselina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marselina.wordpress.com/2007/11/19/ibu-bertubuh-montok-saat-hamil-jaminan-anak-cerdas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcf894855d6ebeae40e96fad985b61d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rosymarselina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kapanlagi.com/p/nigella_lawson_dailiymail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lihat Gambar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anjing Picu Kanker Payudara?</title>
		<link>http://marselina.wordpress.com/2007/11/19/anjing-picu-kanker-payudara/</link>
		<comments>http://marselina.wordpress.com/2007/11/19/anjing-picu-kanker-payudara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 11:20:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rosymarselina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ke5eH4taN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marselina.wordpress.com/2007/11/19/anjing-picu-kanker-payudara/</guid>
		<description><![CDATA[ Apakah Anda memiliki anjing sebagai binatang peliharaan? Jika iya, kini saatnya Anda mulai berhati-hati dengan binatang kesayangan Anda ini, setelah riset terbaru menyatakan anjing bisa meningkatkan resiko kanker payudara.
Pernyataan ini disampaikan para peneliti dari Universitas Munich yang dikutip dari Dailymail, Kamis (1/11/07) yang menganalisa pasien kanker payudara dan keterkaitannya dengan binatang peliharaan. Mereka menyimpulkan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marselina.wordpress.com&blog=2153858&post=32&subd=marselina&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://www.kapanlagi.com/p/anjing_sadis.jpg"><img src="http://www.kapanlagi.com/p/anjing_sadis.jpg" style="border:1px none;float:left;padding-right:10px;vertical-align:middle;" alt="Lihat Gambar" /></a> Apakah Anda memiliki anjing sebagai binatang peliharaan? Jika iya, kini saatnya Anda mulai berhati-hati dengan binatang kesayangan Anda ini, setelah riset terbaru menyatakan anjing bisa meningkatkan resiko kanker payudara.<span id="more-32"></span></p>
<p>Pernyataan ini disampaikan para peneliti dari Universitas Munich yang dikutip dari <em>Dailymail</em>, Kamis (1/11/07) yang menganalisa pasien kanker payudara dan keterkaitannya dengan binatang peliharaan. Mereka menyimpulkan, wanita yang memelihara anjing lebih beresiko menderita kanker dibanding yang memelihara kucing.</p>
<p>Sebelum didiagnosa, 79,7 persen pasien mengaku melakukan kontak dengan anjing mereka, seperti memeluk, mencium, menggendong, memandikan, dan semua aktivitas perawatan anjing. Sementara hanya 4,4 persen pasien yang tidak memiliki hewan peliharaan, dan 57,3 persen masuk dalam kelompok yang rutin memeriksakan kesehatan.</p>
<p>Dari survei yang dilakukan pemilik anjing positif mengidap kanker payudara dalam rentang waktu tertentu.</p>
<p>Studi lain juga dilakukan di Norwegia, dan mencatat angka tertinggi yaitu sekitar 53,3 persen pasien kanker payudara pada 14.401 pemilik anjing.</p>
<p>Mengapa angka yang signifikan tidak dijumpai pada pemilik hewan peliharaan lainnya? Menurut peneliti hal ini disebabkan karena virus kanker dengan tipe yang sama ditemukan pada manusia dan anjing, yakni <em>mouse mammary tumour virus</em> (MMTV), yang merupakan penyebab utama kanker payudara pada tikus, dan memiliki keterkaitan dengan kanker payudara pada manusia.</p>
<p>Teorinya, anjing atau pun binatang peliharaan lainnya bisa jadi media penyebaran virus MMTV yang memicu kanker payudara. Nah, kenapa anjing jadi &#8216;binatang yang dikambinghitamkan&#8217; sebagai pemicu kanker payudara pada wanita? Alasannya sederhana, karena anjing adalah binatang paling banyak dipelihara bahkan pada sebagian orang bisa jadi &#8217;sahabat dekat&#8217; mereka.</p>
<p>Kasus ini lebih banyak dijumpai pada wanita Barat dibanding wanita Asia yang lebih jarang memelihara anjing.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/marselina.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/marselina.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marselina.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marselina.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marselina.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marselina.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marselina.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marselina.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marselina.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marselina.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marselina.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marselina.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marselina.wordpress.com&blog=2153858&post=32&subd=marselina&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marselina.wordpress.com/2007/11/19/anjing-picu-kanker-payudara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fcf894855d6ebeae40e96fad985b61d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rosymarselina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kapanlagi.com/p/anjing_sadis.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lihat Gambar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>